Posted in kesehatan

Penyebab Nyeri Dada Yang Bukan Tanda Serangan Jantung

Tidak semua nyeri dada berhubungan dengan jantung. Nyeri di dada juga bisa disebabkan oleh masalah tertentu yang berasal dari organ tubuh lain, seperti paru-paru atau otot. Ketahui Penyebab Nyeri Dada Yang Bukan Tanda Serangan Jantung

Berjumpa kembali di halaman Cara Pesan Gastric Health Tablet yang merupakan salah satu situs resmi Alfian Herbal yang merupakan agen resmi penjualan obat herbal online terbesar dan terpercaya yang secara profesional telah banyak menerima pesanan dan pengiriman ke seluruh wilayah Indonesia bahkan ke luar negeri. Dengan memberikan pelayanan terbaik kami yakni ‘Kirim Barang Dahulu Setelah Barang Sampai Baru Transfer Pembayaran“, juga memberikan ‘Garansi Uang Kembali Jika Pesanan Tidak Sampai Ke Tempat Anda’. Nah pada kesempatan kali ini, seperti biasanya kami akan memberikan informasi mengenai hal yang berkaitan dengan kesehatan. Untuk sekarang yang akan kami sajikan adalah mengenai Penyebab Nyeri Dada Yang Bukan Tanda Serangan Jantung. Berikut informasi lengkapnya.

penyebab-nyeri-dada-yang-bukan-tanda-serangan-jantung

Penyebab Nyeri Dada Yang Bukan Tanda Serangan Jantung — Sering kali jika ada kegiatan dada terasa sakit, kita menghubungkannya dengan gejala serangan jantung. Padahal, bisa jadi itu kondisi lain. Memaksa otot dada bergerak berlebihan adalah salah satu diantaranya, ata bisa juga karena hal lain yang jauh lebih serius. Satu hal yang pasti, jika mengalami nyeri dada dan Anda tidak tahu apa yang menyebabkannya, hubungi dokter segera.

Saya pernah tahu ada satu orang yang meninggal dan orang lain menyangkan itu gejala serangan jantung” kata Sharonne Hayes, seorang ahli jantung di Mayo Clinic di Rochester, Minnesota.

Christine Jellis, MD, PhD, seorang ahli jantung di Cleveland Clinic, menambahkan,

Sebagai dokter, saya lebih suka membiarkan orang tahu kemungkinan penyakit yang diderita mereka, daripada datang kepada kami terlambat dan sudah memiliki kerusakan permanen,” kata Jellis.

Penyebab Nyeri Dada

  • REFLUKS ASAM LAMBUNG

Anda mungkin bertanya-tanya bagaimana gejala refluks asam lambung bisa disangka serangan jantung. Gastroesophageal reflux atau refluks asam lambung terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan, tabung yang menghubungkan antara tenggorokan dan perut Anda.

Asam lambung bersifat sangat asam dengan pH sekitar dua sehingga menimbulkan sensasi terbakar di belakang tulang dada Anda. Sesekali asam lambung naik, itu tidak perlu Anda khawatirkan. Namun, jika mengalaminya dua kali dalam seminggu atau lebih, mungkin Anda memiliki penyakit gastroesophageal reflux (GERD).

Jika tidak diobati, GERD dapat menyebabkan asma, dada sesak, dan kondisi yang disebut Barrett esophagus, yang dapat meningkatkan peluang Anda untuk mengembangkan jenis kanker langka.

  • KETEGANGAN OTOT

Olahraga atau gerak otot dada berlebihan bisa menyebabkan ketegangan. Ketegangan otot dada (yang pasti terasa sakit) kadang disalahartikan sebagai serangan jantung. Demikian kata Jellis.

Jika Anda menekan dinding dada dan rasanya lumayan menyakitkan, itu lebih mungkin disebabkan oleh cedera muskuloskeletal daripada disebabkan oleh jantung.

  • KOSTOKONDRITIS

Diperkirakan, 13 sampai 36 persen orang dewasa yang datang ke ruang gawat darurat dengan keluhan nyeri dada akut didiagnosis kostokondritis.

Kostokondritis adalah kondisi inflamasi saat tulang rusuk bertemu dengan tulang rawan, menurut jurnal American Family Physician tahun 2009.

Penyebab kostokondritis bervariasi, mulai dari cedera dada hingga infeksi virus. Biasanya, orang dengan kostokondritis akan merasa semacam ada tekanan pada dinding dadanya, mirip dengan tegang otot dada dan daerah yang ditekan terasa lunak.

Jika Anda memiliki kostokondritis, rasa sakit biasanya hilang dalam beberapa hari atau minggu. Anda boleh minum obat penghilamg rasa sakit yamg dijual di apotek untuk meringankannya.

  • HERPES ZOSTER

Virus varicella-zoster penyebab cacar air yang biasa dialami anak-anak bisa aktif kembali bertahun-tahun setelah penderita dinyatakan sembuh. Biasanya, virus ini aktif ketika orang berusia 59 tahun atau lebih dan menyebabkan penyakit bernama herpes zoster.

Gejala awalnya adakah gatal dan kulit terasa panas seperti terbakar. Jika bagian dada ikut terpengaruh, mungkin saja Anda mengiranya sebagai serangan jantung. Demikian kata Salman Arain, MD, ahli jantung intervensi dari McGovern Medical School di University of Texas Health Science Center dan di Houston dan Memorial Hermann Heart & Vascular Institute-Texas Medical Center.

Beberapa hari kemudian, gejala lain berupa ruam dan kulit melepuh akan muncul. Jika Anda berpikir memiliki herpes zoster, segera hubungi dokter. Obat antivirus dapat mengurangi rasa sakit dan memperpendek durasi gejala, tetapi hanya jika Anda meminumnya dalam waktu tidak lebih dari 72 jam sejak ruam muncul. Jika sudah terlambat, dokter dapat meresepkan obat penghilang rasa sakit yang lain.

  • PERIKARDITIS

Jika Anda sedang berjuang melawan infeksi virus selama beberapa hari terakhir ini, lalu tiba-tiba bangun dengan rasa tajam dan nyeri menusuk di dada, mungkin itu perikarditis, peradangan di lapisan jaringan yang mengelilingi hati kita. Demikian kata Arain.

Infeksi pernapasan sering menjadi penyebabnya. Selain itu, gangguan autoimun seperti lupus dan rheumatoid arthritis juga bisa jadi penyebab lainnya.

Meskipun perikarditis biasanya jinak, kata Arain, ini benar-benar dapat memengaruhi kualitas hidup Anda. Untuk diagnosis, dokter mungkin mengadakan pemeriksaan CT scan, EKG, atau x-ray. Perikarditis Anda akan dibersihkan dan Anda diminta istirahat dalam beberapa hari atau minggu sambil minum obat pereda nyeri seperti ibuprofen untuk membantu meredakan peradangan.

  • PANKREARITIS

Hanya karena nyeri dada, tidak selalu berarti serangan jantung, bukan terkait tidak berarti itu tidak berbahaya. Salah satu contoh, pankreatitis atau peradangan mendadak akut di pankreas, yang terletak tepat di belakang perut. 

Sakit perut yang intens dapat menjalar hingga ke dada,” kata dr Arain.

Rasa sakit pankreatitis biasanya mendalam dan intens,” ujarnya.

Jika berpikir menderita pankreatitis, Anda harus mendapatkan perawatan medis segera dan mungkin harus tinggal di rumah sakit selama beberapa hari untuk mendapatkan antibiotik, cairan IV, dan obat lainnya. Mungkin dokter juga akan melakukan tes darah dan tes lain seperti CT scan atau USG perut.

  • PENYAKIT ARTERI KORONER

Penyakit arteri koroner atau coronary aertery desease (CAD) adalah jenis penyakit jantung yang disebabkan oleh penumpukan plak di arteri yang memasok darah ke jantung. Tersumbatnya aliran darah bisa menyebabkan nyeri dada. CAD dapat menyebabkan serangan jantung mendadak, juga berkontribusi terhadap gagal jantung dan aritmia.

Baca Juga >> Alasan Minuman Bersoda Bisa Bikin Badan Gemuk

Demikian informasi mengenai Penyebab Nyeri Dada Yang Bukan Tanda Serangan Jantung. Seperti yang telah disinggung diatas, jika anda mengalami nyeri dada, penting untuk memeriksakan diri segera. Anda tidak selalu tahu, nyeri dada yang anda alami apakah karena serangan jantung atau bukan. Pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan yang terlambat. Sekian dan semoga bermanfaat.

_ Penyebab Nyeri Dada Yang Bukan Tanda Serangan Jantung _

Advertisements

One thought on “Penyebab Nyeri Dada Yang Bukan Tanda Serangan Jantung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s